Friday, September 22, 2006

Marhaban ya Ramadhan

Allaahumma bariklana fii sya'ban wa balighna ramadhan
Ya Allah, berkahilah kami pada bulan sya'ban dan pertemukanlah kami
dengan bulan ramadhan

Selamat menunaikan ibadah bulan Ramadhan
Semoga Allah SWT memberikan kita kemudahan untuk melaksanakan
semua ibadah dengan maksimal.

Mohon maaf lahir dan batin
Taqobbalallahu minna waminkum
Taqobbalallahu ya Kariim....

~IpungRatiHafizHaqqi~

Posted by ibunya hafizhaqqi at 09:05:25 | Permanent Link | Comments (3) |

Thursday, September 21, 2006

Seven

Pe-er dari Lesca yang baru bisa dikerjain sekarang.

 

Posted by ibunya hafizhaqqi at 08:18:45 | Permanent Link | Comments (2) |

Tuesday, September 19, 2006

Tiga Bulan

Time goes by so fast. Kirain tiga bulan itu lama. Ternyata cepeeet banget berlalunya. Perasaan baru kemarin masukin surat cuti, hari ini udah ngantor lagi. Tadi pagi naik bis berasa enteng deh, soalnya perutnya udah nggak buncit lagi (masih buncit sih, dikiit ;-p).

Waktu memang terasa cepat berlalu kalau kita menikmatinya ya. Rasanya ini adalah tiga bulan paling indah dalam hidupku. Menyusui Haqqi setiap saat dia mau, melihat binar mata Hafizh waktu menemukan Ibunya ada dibalik pintu setiap dia pulang sekolah, mengantar dan jemput Hafizh les setiap sore sambil ndorong stroller, sesekali ngobrol sama ibu-ibu tetangga atau ibu-ibu teman les Hafizh. Wah enak banget deh nggak kerja tapi pundi-pundi gaji terus terisi ;-).

Paling sedih seminggu terakhir sebelum masuk kerja, saat harus ngajarin Haqqi minum ASI pake dot (sst, ini contoh yang buruk, bisa dimarahin nih sama dr. Utami Roesli). Kalau nggak malu sama mbak Siti kayaknya aku udah ikutan nangis bareng Haqqi yang kepengen nenen tapi malah dikasih nenen palsu, huhu.... Alhamdulillah sekarang sudah terbiasa.

Tega banget sih ninggalin Haqqi yang lagi nggemesin itu. Untung ada Hafizh yang rajin banget menghibur, tenang aja Bu, nanti aku yang jagain Adek. ;-)
Semoga aku selalu bisa tenang ngantor, pulang tepat waktu dan membawa perasan ASI sesuai target. Doain yaa...

Posted by ibunya hafizhaqqi at 08:05:04 | Permanent Link | Comments (5) |

Sunday, September 17, 2006

Pawai Obor

Hafizh ikutan pawai obor! Wuih, senangnya nggak kepalang. Pawai untuk penyambut datangnya bulan suci ramadhan ini diikuti oleh murid-murid TPA di masjid sektor 4 yang menyambangi rekan-rekannya di TPA masjid sektor 2 dan sektor 1. Kemudian mereka rame-rame keliling komplek. Lumayan jauh loh, kata Ayah yang ikutan pawai ngikutin Hafizh. Tapi Hafizh sih nggak ngerasa pegel kayak Ayah. Pawainya seru lho, Ibu siih nggak ikut, kata Hafizh penuh sesal padahal Ibunya nggak menyesal ;-). Aku cuma ngintip waktu rombongan lewat di depan rumah. Rame banget! Yel-yel 'anak shaleh' dan shalawat diteriakkan penuh semangat.

Senang ya jadi anak-anak itu. Teringat deh sama masa kecil dulu di kampung, yang kurang lebih sama gembiranya menyambut bulan suci. Agak surprise juga ternyata di komplek perumahan yang katanya sudah individualis dan kekota-kotaan (kan kompleknya di pinggiran kota) masih bisa ditemukan suasana seperti ini. Alhamdulillah Hafizh masih bisa merasakannya. Aura bulan ramadhan yang menyenangkan sudah sangat terasa. InsyaAllah ini bisa jadi kenangan Hafizh ketika dewasa kelak.

Posted by ibunya hafizhaqqi at 15:15:17 | Permanent Link | Comments (0) |

Saturday, September 16, 2006

Malaikatku

 

Hafizh itu malaikatku. Disampingnya reda sedihku, berkurang rasa sakitku, hilang marahku. Tangan mungilnya, bahasa lugunya, bintang-bintang matanya selalu mampu menghibur.

Sangat sulit menyembunyikan perasaan didepannya.
Caraku menata hati adalah dengan diam. Berbaring sambil memejamkan mata biasanya membantu. Tapi Hafizh hampir selalu tau kalau aku bukan sekedar berbaring. Biasanya ia akan memaksa mencari mataku, lalu senyumnya mengembang lebar sekali, menuntutku balas tersenyum.
Dari senyuman balasanku ia akan tau kalau ada yang tidak biasa.
Kalau senyumku (mungkin) garisnya berbeda, air mukanyapun langsung berubah. Ibu kenapa? Sakit? atau Ibu marah ya? atau Ibu lagi sedih?. 
Kalau lagi mampu berdusta (maaf ya Nak) kujawab saja aku sedang pusing, ingin tidur sebentar. Nanti ia akan menyelimutiku lalu mengecup keningku.
Tapi kadang saat galau sedang memuncak aku cuma bisa menggelengkan kepala. Tapi ia menolak jawaban itu.
Cengengnya aku, kadang gak mampu menahan air mata didepannya.
Biasanya langsung dipeluknya kepalaku, sambil sst..sst...cep..cep.. dan tangannya menyeka air mataku. Kalimat pamungkasnya Ibu jangan sedih, nanti aku ikutan sedih.
Matanya juga ikut berkaca. 
Setelah tangisku reda, baru perlahan ia tanya Ibu tadi nangis kenapa?. Dibuatnya aku seperti anak kecil.
Aneh, anak-lima-tahun itu selalu bisa membuatku curhat. Kadang ia cuma mendengarkan sambil mengangguk-angguk. Kadang 'nasihat jitu' mengalir dari bibir mungilnya. Segera membuatku tertawa lagi.
Binar matanya saja sudah mampu menghibur. Cintanya itu menyembuhkan.

Subhanallah, terima kasih telah Kau kirim malaikat ini untukku.

Posted by ibunya hafizhaqqi at 07:50:59 | Permanent Link | Comments (2) |

Friday, September 15, 2006

Haqqi update

 

  • dua bulan tujuh belas hari
  • masih full ASI
  • 6,5 kg, 60 cm
  • lagi suka 'ngobrol', gak suka dicuekin
  • mulai pake kaos, soalnya baju bayi yang berkancing depan udah sempit
  • lagi doyan nyicip jari-jarinya sendiri
  • lagi sedih sebentar lagi ibunya kerja (deu...ibunya tuh yang sedih) 

 

Posted by ibunya hafizhaqqi at 06:58:09 | Permanent Link | Comments (0) |

Saturday, September 09, 2006

Nyai

Nyai is my beloved mom, HafizHaqqi beloved grandmom.
Saat cerita ini diposting Nyai sedang dalam perjalanan ke tanah-airnya di Bandar Lampung. Rumah kita sepi lagi. Sudah 2,5 bulan Nyai disini sejak tiga hari sebelum Haqqi lahir. Kalau bulan ramadhan nggak segera tiba, mungkin Nyai masih bisa ditahan di Jakarta. Tapi menyambut bulan suci di Lampung pastilah keinginannya, kan mau nyekar juga ke makam Yai (Yai = pasangan Nyai = kakek). Selain itu lima cucunya yang lain disana pasti sudah merindu berat.

Diusianya yang menjelang 70 tahun, Nyai makin sibuk ;-). Cucu-cucunya yang sudah 10 orang tersebar di Lampung, Jakarta dan Medan, selalu ngantri minta dikeloni sama Nyai. Alhamdulillah Nyai juga masih sehat jalan-jalan. Kebiasaannya olah raga di waktu muda sepertinya bermanfaat di masa tuanya. Juga kebiasaan shalat dhuha, shalat malam dan puasa senin-kamis yang nggak putus membuatnya selalu sehat. 
Semoga Allah SWT selalu melindungi Nyai dimanapun beliau berada.

Terimakasih sudah nemenin HafizHaqqi ya Nyai...
Sudah setia menjaga di sebelah ayunan Haqqi dua bulan ini sambil merenda atau mengaji. 
Selalu rajin nyuapin buah ke mulutku kalo aku lagi menyusui (hiks...udah kangen lagi nih). Maafkan ya kalo aku jarang sempat bikinin kue atau masakan kesukaan Nyai. <br />Maafkan juga kalo Hafizh selalu gedubrakan di kamar selagi Nyai tidur. Nyai pasti nggak kapok  dong, ya kan ya dong... 
InsyaAllah Idul Fitri nanti kita berkumpul lagi.

We love you Nyai.... 

Posted by ibunya hafizhaqqi at 14:11:50 | Permanent Link | Comments (1) |

Sunday, September 03, 2006

Kuberduka

Kepergian seorang sahabat yang begitu mendadak sungguh menyisakan duka. Tapi juga meninggalkan perenungan yang sangat dalam. Mengingatkan betapa hidup ini sesungguhnya begitu singkat untuk diisi dengan kesia-siaan. Menyadarkan bahwa tidak seujung-kuku pun kita tahu rahasia dan rencana Allah atas diri kita.

 

Hal yang bergayut di pikiran adalah bagaimana seandainya hal tersebut terjadi pada saya?

Tak sanggup saya membayangkan kedua putra saya seandainya saya tak lagi disisi mereka.

Pikiran yang terus mengganggu.

Ucapan Ibunda tercintalah yang menyentak;

kalau ingat mati, jangan memikirkan apa yang akan kita tinggalkan, tapi pikirkan apa yang akan kita bawa sebagai bekal. Allah-lah yang akan menjaga semua yang kita tinggalkan.

 

Astaghfirullahaladzim. Ya Allah, betapa sombongnya hambaMu ini. Merasa diri satu-satunya yang paling mampu mencintai keluarganya. Padahal Engkaulah yang Maha Cinta, Maha Pelindung.

 

Ya Allah, beri kami kemampuan untuk dapat berbuat yang terbaik, dengan namaMu, bagi orang-orang yang kami cintai, sampai saatnya kami meninggalkan mereka untuk menghadapMu kelak.

 

Selamat jalan my dear friend,

may you rest in peace

 

Posted by ibunya hafizhaqqi at 15:55:36 | Permanent Link | Comments (2) |

Friday, September 01, 2006

Gado-gado

Bukan, kali ini bukan cerita tentang gado-gado makanan favorit mas Ipung dan Hafizh. Tapi cerita rangkuman selama bulan Agustus yang sebetulnya banyak banget tapi nggak sempat dicatat satu-satu. Ternyata jadi ibu rumah tangga itu luar biasa sibuknya ya, dua jempol deh buat para ibu rumah tangga apalagi yang nggak pake asisten padahal punya krucil-krucil di rumah ;-)

 

Meriahnya Tujuhbelasan.

 

Tahun ini Hafizh nggak banyak ikutan lomba. Acara lomba anak-anak di komplek jatuh hari Jumat, padahal sekolah Hafizh hari itu nggak libur. Gagal deh mempertahankan gelar juara satu lomba makan kerupuk tahun lalu ;-). Alhamdulillah Hafizh di sekolah ikutan lomba Azan dan berhasil jadi juara, jadi nggak terlalu kecewa.

 

Jumat sore lapangan memang masih ramai dengan pertandingan tapi sudah tinggal partai-partai final, Hafizh yang cuma jadi penggembira akhirnya juga kebagian hadiah buku gambar dan pensil warna. Hafizh senang banget, panitianya baik ya!

Hari Senin bertepatan dengan hari Isra’ Miraj, sebetulnya Hafizh dijadwalkan sama TPA-nya untuk ikut lomba cerdas cermat di masjid, sayang banget gara-gara masuk angin waktu berenang paginya (bareng dek Kahla yang lagi nginep dirumah) perut Hafizh jadi kembung dan badannya jadi lemas banget. Akhirnya ke masjid cuma buat minta izin nggak ikut sama panitia. ;-(

 

biar kembung tetap nyengir

 

Acara buat orang tua juga ada di komplek, ada lomba tumpeng, lomba nasi goreng bapak-bapak, lomba tangkap belut dll. Tapi mas Ipung dan aku cuma jadi penggembira aja secara aku kemana-mana ndorong stroller dan mas Ipung nggak pede masak nasgor ;-).

Hari Sabtu 26 Agustus ada Family Day di sekolah Hafizh masih dalam nuansa HUT RI. Ada lima perlombaan antar kelas yang pesertanya adalah anak & ortu. Ibu & Hafizh ikut 4 lomba mewakili kelas B3, bareng ibu2 dan teman2 Hafizh, berhasil jadi juara satu lomba Terpal Berjalan dan Hajar Aswad.  Seru juga!

 

 

Si Tuan Sibuk

Bulan ini Hafizh lebih sibuk dari biasanya. Ada dua tambahan kegiatan disore hari, yaitu Karate tiap senin jam empat sore dan Sempoa tiap selasa-kamis jam tiga sore. Keduanya di Rumah Belajar Seruni yang selisih 3 blok dari rumah. Padahal ada jadwal Iqro di TPA setiap hari jam 4 sore. Jadi mulai bulan ini tiap senin Hafizh bolos Iqro karena ‘tabrakan’ sama Karate, sementara tiap selasa-kamis habis les Sempoa langsung lari ke masjid untuk Iqro.

 

Semua kegiatan itu benar-benar permintaan Hafizh sendiri, malahan dia minta lagi ikut les Melukis (di Seruni juga) mulai bulan September. Padahal di sekolah sebelum pulang Hafizh sudah ikut kelas intrakulikuler Bahasa Inggris, Melukis dan Komputer. Iqro juga setiap hari sebelum masuk kelas.

Untung Hafizh sudah lancar membaca, kalau belum bakalan ikut kelas tambahan hari sabtu deh.

Eh tapi Hafizh juga minta les Membaca di Seruni lho, alasannya biar baca-nya jadi tambah lancar supaya nggak ketinggalan baca tulisan di TV. Memang Hafizh suka ngomel kalo tulisan2 iklan di layar TV keburu hilang sebelum dia selesai membacanya.

 

Ayah-Ibunya sih turutin aja kalo memang Hafizh mau (kecuali les membaca ya). Mau banget nurutin permintaan Hafizh untuk les piano sayang duitnya belum cukup buat beli pianonya ;-).

Mumpung Hafizh masih longgar waktu dan tenaganya, kalau sudah SD nanti bakal lebih susah ngatur waktu (juga duitnya ;-p).

 

karate kid                                haqqi dalam ayunannya

 

Alergi?

Setiap menjelang subuh sampai pagi, napas Haqqi pasti ‘grok-grok’ tambah batuk sesekali. Kata dokter sih common cold ringan aja, tapi sampai sekarang udah hampir 3 minggu masih juga begitu ;-(. Kita sih curiga ada kemungkinan alergi, soalnya kondisi si Adek semuanya normal, nggak ada demam, nggak rewel, tidur normal, menyusu juga tetap kuat malahan tambah lahap sekarang. Semoga nggak ada penyakit apa-apa ya.

 

Sekarang Haqqi udah mulai belajar ditinggal-tinggal sama Ibunya (baca: Ibunya yang belajar ‘ninggalin’ Haqqi). Kalau di dalam ayunannya Haqqi bisa tidur 3 s/d 4 jam lho, kalo di tempat tidur mana bisa tidur selama itu, kecuali kalo malam. Seperti Hafizh dulu, ayunan dari Nyai ini membantu banget. Yang jaga bisa nyambi ngerjain yang lain selama dia tidur.  Makanya aku bisa ‘kabur’ selama dia tidur. Misalnya waktu Family Day di sekolah Hafizh yang lalu, Haqqi ditinggal sedang tidur tapi waktu kita pulang dia belum bangun tuh.

 

Ultah Ayah Ipung.

 

Alhamdulillah tanggal 1 September ini Mas Ipung ultah. Semoga senantiasa dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT, semoga terkabul semua cita-citanya dan semoga makin sayang sama Ibu, Hafizh dan Haqqi.

Kado dari kami cuma kue-kue aja buat bagi-bagi di kantor Ayah. Kemarin Ibu dan Hafizh yang buat dibantu sama dek Haqqi dengan tidak rewel selama pembuatannya. 

Semua kue dibawa, trus buat kita mana? Kata Hafizh. Makanya hari ini kita bikin kue lagi, nasi kuning lengkap plus Puding Roti Coklat yang Hafizh sukaaa banget.

Selamat ulang tahun, Ayah!

 

Posted by ibunya hafizhaqqi at 23:59:02 | Permanent Link | Comments (1) |